Selasa, 16 Januari 2018

FOTO-FOTO KEGIATAN PAUD WIJAYA KID'S

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 20.58 | No comments
FOTO-FOTO KEGIATAN PAUD WIJAYA KID'S









PPT WIJAYA KID'S MEMPERINGATI MAULUD NABI 2017

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 20.45 | No comments

Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil (wilayah Irak sekarang), bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata:
Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabi'ul Awal. Dia merayakannya secara besar-besaran. Dia adalah seorang yang berani, pahlawan, alim dan seorang yang adil – semoga Allah merahmatinya.
Dijelaskan oleh Sibth (cucu) Ibn Al-Jauzi bahwa dalam peringatan tersebut, Sultan Al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh ulama dari berbagai disiplin ilmu, baik ulama dalam bidang ilmu Fiqh, ulama Hadits, ulama dalam bidang ilmu kalam, ulama usul, para ahli tasawuf, dan lainnya. Sejak tiga hari, sebelum hari pelaksanaan Maulid Nabi, dia telah melakukan berbagai persiapan. Ribuan kambing dan unta disembelih untuk hidangan para hadirin yang akan hadir dalam perayaan Maulid Nabi tersebut. Segenap para ulama saat itu membenarkan dan menyetujui apa yang dilakukan oleh Sultan Al-Muzhaffar tersebut. Mereka semua berpandangan dan menganggap baik perayaan Maulid Nabi yang digelar untuk pertama kalinya itu.
Ibn Khallikan dalam kitab Wafayat Al-A`yan menceritakan bahwa Al-Imam Al-Hafizh Ibn Dihyah datang dari Maroko menuju Syam dan seterusnya ke Irak. Ketika melintasi daerah Irbil pada tahun 604 Hijriah, dia mendapati Sultan Al-Muzhaffar, raja Irbil tersebut sangat besar perhatiannya terhadap perayaan Maulid Nabi. Oleh karena itu, Al-Hafzih Ibn Dihyah kemudian menulis sebuah buku tentang Maulid Nabi yang diberi judul “Al-Tanwir Fi Maulid Al-Basyir An-Nadzir”. Karya ini kemudian dia hadiahkan kepada Sultan Al-Muzhaffar.
Para ulama, semenjak zaman Sultan Al-Muzhaffar dan zaman selepasnya hingga sampai sekarang ini menganggap bahwa perayaan Maulid Nabi adalah sesuatu yang baik. Para ulama terkemuka dan Huffazh Al-Hadis telah menyatakan demikian. Di antara mereka seperti Al-Hafizh Ibn Dihyah (abad 7 H), Al-Hafizh Al-Iraqi (w. 806 H), Al-Hafizh As-Suyuthi (w. 911 H), Al-Hafizh Al-Sakhawi (w. 902 H), SyeIkh Ibn Hajar Al-Haitami (w. 974 H), Al-Imam Al-Nawawi (w. 676 H), Al-Imam Al-Izz ibn Abd Al-Salam (w. 660 H), mantan mufti Mesiryaitu Syeikh Muhammad Bakhit Al-Muthi’i (w. 1354 H), mantan Mufti Beirut Lubnan yaitu Syeikh Mushthafa Naja (w. 1351 H), dan terdapat banyak lagi para ulama besar yang lainnya. Bahkan Al-Imam Al-Suyuthi menulis karya khusus tentang Maulid yang berjudul “Husn Al-Maqsid Fi Amal Al-Maulid”. Karena itu perayaan Maulid Nabi, yang biasa dirayakan pada bulan Rabiul Awal menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia, dari masa ke masa dan dalam setiap generasi ke generasi.





PPT WIJAYA KID'S MENERIMA SISWA BARU TAHUN PELAJARAN 2018-2019

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 20.22 | No comments


Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaanyang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan 6 (enam) perkembangan: agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dini seperti yang tercantum dalam Permendikbud 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD (menggantikan Permendiknas 58 tahun 2009).
Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini, yaitu:
  • Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa.
  • Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah, sehingga dapat mengurangi usia putus sekolah dan mampu bersaing secara sehat di jenjang pendidikan berikutnya.
Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun (masa emas).
Ruang lingkup Pendidikan Anak Usia Dini, di antaranya: bayi (0-1 tahun), balita (2-3 tahun), kelompok bermain (3-6 tahun), dan sekolah dasar kelas awal (6-8 tahun).

PPT WIJAYA KID'S MENERIMA SISWA BARU TAHUN PELAJARAN 2018-2019.
Jl. Kalidami 8/25 Surabaya Telp. 0315926865


























Selasa, 25 Februari 2014

VISI PPT WIJAYA KIDS SURABAYA

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 07.08 | No comments
MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG BERMORAL BERNILAI DAN BERKUALITAS SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI...

MISI PPT WIJAYA KID'S SURABAYA

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 07.06 | No comments
MISI PPT WIJAYA KIDS :
1. Membentuk generasi anak yang bertakwa, berakhlak mulia dan bermoral.
2. Memberikan keteladanan anak atas dasar nilai-nilai luhur budaya bangsa.
3. Memperdayakan generasi anak menjadi anak yang sehat, cerdas dan ceria.

Senin, 10 Februari 2014

BENTUK KARAKTER SISWA LEWAT LOMBA SENI

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 08.01 | No comments
Dinas Pendidikan Kota Surabaya mulai menggelar Final Pentas Seni Siswa dan Pendidikan Karakter Tingkat Kota Surabaya Tahun 2014. Kegiatan berlangsung selama 5 hari secara acak, tidak berurutan,  mulai Senin (27/1) sampai dengan Sabtu (8/2). Teknis pelaksanaan kegiatan yang bekerja sama dengan  TRS (Taman Remaja Surabaya) dibagi dalam tiap jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP/MTs., dan SMA/SMK. Peserta final adalah para pemenang Pentas Seni Siswa berasal dari tiap kecamatan se-Surabaya dan sekaligus sebagai duta-duta yang akan memperebutkan tropi kejuaraan di tingkat Kota Surabaya.
Sementara itu, Kasi Kesenian Dispendik Surabaya Damaris Patmiasih mengungkapkan bahwa kegiatan pentas seni ini merupakan sebuah wadah terhadap ekstrakulikuler seni di sekolah sekaligus mengapresiasi kemampuan pengembangan bakat dan kreatifitas siswa pada bidang seni dan mempersiapkan para siswa untuk mengikuti perlombaan-perlombaan seni di tingkat yang lebih tinggi.
Tingkat TK memperebutkan tropi Menyanyi Bersama, Bersyair, Peragaan Busana, Dongeng, Pantomim, dan Tari Anak. Adapun tingkat SD memperebutkan tropi Samroh, Paduan Suara, Tatembangan, Tari Remo, Pantomim, Vokal Tunggal Pop, Baca Puisi, LCCC SD, dan Peragaan Busana. Sedangkan SMP/MTs. memperebutkan Vokal Tunggal Pop, Paduan Suara, Samroh, Vokal Group, dan Baca Puisi. Duta SMA/SMK memperebutkan tropi Samroh, Fragmen Budi Pekerti, Vokal Keroncong, Vokal Campursari, dan Musikalisasi Puisi.
Sasaran yang dibidik dalam kegiatan adalah terwujudnya pendidikan karakter bagi siswa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan karakter adalah tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Atau dapat pula dikatakan bahwa karakter merupakan watak. Secara umum, karakter adalah kumpulan tata nilai yang menuju pada suatu sistem, yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku yang ditampilkan.
Dari pengertian di atas, pendidikan karakter menyangkut moral, yaitu menyangkut ajaran tentang baik dan buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. Selain itu, pendidikan karakter juga merupakan upaya membentuk kondisi mental yang membuat orang berani, bekerja keras, bersemangat, bergairah, berdisiplin, bersedia berkorban.
Maka karakter baik yang tertanam pada siswa akan membuatnya menjadi manusia yang bermoral, yaitu manusia yang berbudi pekerti baik, masih mempunyai pertimbangan yang baik dan buruk sebelum melakukan sesuatu.
Pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana serta terarah untuk mewujudkan suatu proses belajar yang optimal serta membentuk siswa agar memilki karakter yang baik, cerdas secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik, serta cerdas spiritual emosional sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Sedangkan seni merupakan pengekspresian cita rasa, ide, jiwa, emosi dan perasaan yang diluapkan melalui kreativitas manusia menjadi satu karya yang dapat dikatakan unik, indah dan simbolis, di samping sebagai suatu ujud usaha untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri.
“Alhamdulillah, berkat latihan yang keras dari pelatih dan keseriusan teman-teman, tim Paduan Suara kami meraih Juara II.” Ujar Alma Quintha Devancha, Kelas IX-D, anggota tim Paduan Suara SMPN 23. Berkat pengorbanan tenaga, waktu, dan mental selama berlatih telah membuahkan tropi kejuaraan untuk sekolah, tambah Alma.
Final lomba Paduan Suara tingkat SMP/MTs. keluar sebagai Juara I SMPN 6, Juara II SMPN 23, dan Juara III SMP Katolik Santo Stanislaus. (Humas Dispendik Surabaya)

CETAK PAUD BERPRESTASI

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 07.53 | No comments
Sebagai upaya meningkatkan prestasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Surabaya, Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya melakukan pembinaan kepada para penilik, gugus PAUD unggulan dan lembaga PAUD, Selasa (28/01).
     Acara yang berlangsung di aula atas kantor Dispendik, dibuka secara resmi oleh Kabid. kesenian, OR, dan PLS Drs. Dakah Wahyudi, M.Pd. Menurut Dakah, sala satu tujuan diadakannya pembinaan ini ialah memberikan dukungan, motivasi, serta penghargaan bagi gugus PAUD di tingkat kecamatan dan tingkat kota Surabaya yang dipersiapkan untuk model atau percontohan bagi gugus PAUD lainnya di lingkungan Dispendik Surabaya.
    Dakah menambahkan, bahwa output yang diharapkan dalam pembinaan ini yakni adanya prestasi dari gugus PAUD unggulan baik, di tingkat kota maupun hingga tingkat nasional.
    Pada kesempatan ini, juga menghadirkan narasumber yang telah berkompeten di bidang PAUD. Mereka adalah Dra. Gunarti Dwi Lestari, M.Pd salah seorang akademisi PAUD serta Ir. Yuli Purnomo Dewan Pendidikan Kota Surabaya (Humas Dispendik Surabaya)

Selasa, 30 Juli 2013

ROAD TO SURABAYA EXPO MENGADAKAN LOMBA MEWARNAI ANAK PAUD DAN TK

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 00.22 | No comments
Road to surabaya expo mengadakan lomba mewarnai bagi anak PAUD dan TK. Syarat lomba : menggunakan alat mewarnai CONNECTOR PEN FABER CASTELL, Membawa meja gambar sendiri, Melakukan daftar ulang 1 jam sebelumnya, Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Tempat pendaftaran : GRAMEDIA EXPO BUSINESS CENTER LT. GROUND Jl. Basuki Rahmat 93-105 Surabaya. More info : 03160657722, 0316065711, 0317580030

Rabu, 10 Juli 2013

CERDAS KOMPREHENSIF MELALUI PAUD

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 05.03 | No comments

Pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pelaksanaan Kebijakan dan Program Ditjen PAUDNI di Yogyakarta, Senin (6/5), Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog mengingatkan kembali mengenai visi Kementerian Pendiidkan dan Kebudayaan 2010-2014, yaitu “terselenggaranya layanan prima pendidikan nasional untuk membentuk insan Indonesia cerdas komprehensif”.
”Cerdas komprehensif itu artinya cerdas secara menyeluruh. Kita mengenal intelligence quotient (IQ), lalu ada emotional quotient (EQ), dan ada juga spiritual quotient (SQ). Jadi tak cukup berintelektual saja, tapi juga terdapat moral dan karakter. Inilah yang harus ada pada seseorang yang cerdas komprehensif,” kata psikolog keberbakatan itu.
Tidak hanya itu, Dirjen juga menyampaikan bahwa Kemdikbud juga telah membentuk visi hingga tahun 2025, yakni tak cukup cerdas komprehensif, tapi juga kompetitif dan bermartabat atau yang disebut insan kamil dan insan paripurna.
Dorong akses PAUD
Menurut Dirjen, PAUD merupakan salah satu jalan untuk mencapai hal itu. Ini tak lain karena PAUD memberikan pendidikan untuk anak di usia emasnya. Pada usia ini, sebagian besar pertumbuhan intelektualitas dan karakter seseorang sedang terbentuk.
Oleh karena itulah, PAUD menjadi prioritas program pendidikan nasional 2010-2014. “Dengan prioritas itu, PAUD adalah primadona dan ikon Ditjen PAUDNI,” kata Guru Besar Universitas Indonesia itu.
Terkait perkembangan PAUD saat ini, Ditjen PAUDNI masih mengejar target angka partisipasi kasar (APK) PAUD nasional sebesar 75 persen pada tahun 2015. Saat ini secara nasional, APK PAUD untuk usia 0-6 tahun masih berada di angka 34,54 persen. Sedangkan untuk usia 3-6 tahun 60,33 persen.
Untuk itu Ditjen PAUDNI kini fokus mendorong perluasan akses PAUD. Demi efesiensi dan efektivitas, tak ada lagi bantuan pembangunan fisik untuk PAUD. Tahun ini bantuan itu disebar lebih luas untuk bantuan pelaksanaan dan operasional PAUD.
“Untuk melaksanakan PAUD bisa memakai tempat yang sudah ada ada. Kami mendorong agar PAUD dapat terlaksana di tempat publik seperti masjid, gereja, balai desa, posyandu,” kata Dirjen yang akrab dikenal dengan nama Reni Akbar-Hawadi ini. (Dina Julita/HK)

MASA DEPAN PAUD CERAH DENGAN ADA DUKUNGAN INTERNASIONAL

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 04.59 | No comments

BALI. Pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan nonformal, dan informal masuk dalam usulan rancangan Post 2015 Development Agenda kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Jika ini disahkan, program PAUDNI akan memiliki “payung” pada tingkat konvensi internasional.
Demikian dinyatakan oleh Deputi Bidang SDM dan Kebudayaan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Dra. Nina Sardjunani, MA kepada peserta Rapat Koordinasi Pengembangan Kebijakan Program antar Wilayah Koridor V (Bali dan Nusa Tenggara) Tahun 2013 di Bali, Selasa (25/6).
Nina menyatakan, jika sebelumnya hanya pendidikan dasar yang tercantum dalam MDGs, selanjutnya pendidikan sepanjang hayat dan prapendidikan dasar diusulkan sebagai konvesi internasional pasca 2015. Rancangan itu telah disampaikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, bersama Presiden Lybia dan Perdana Menteri Inggris kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Pendidikan sepanjang hayat, yaitu pendidikan sampai usia lanjut, merupakan pekerjaan yang selama ini dilakukan oleh orang-orang pendidikan nonformal dan informal. Demikian juga prapendidikan dasar, yang artinya adalah PAUD. Ini adalah wilayah kita. Kita harus berbahagia karena PAUDNI mendapatkan payung yang jelas selain RPJM 2010-2014,” kata Nina. Dengan demikian, lanjut Nina, tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk tidak mengalokasikan APBD untuk pelaksanaan program PAUDNI.
Saat ini, menjelang tahun 2015, negara-negara anggota PBB tersebut mulai merancang target baru yang sering disebut Post 2015 Development Agenda.  Ini merupakan tindak lanjut dari MDGs yang berisikan target-target pencapaian untuk tahun 2015.
MDGs disepakati 189 kepala negara dan perwakilan dari negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mulai dijalankan pada September 2000. Di dalamnya terdapat delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015. Salah satunya adalah mencapai pendidikan dasar untuk semua. Pemerintah Indonesia turut menghadiri Pertemuan Puncak Milenium di New York tersebut dan menandatangani Deklarasi Milenium itu.
Selaraskan RPJM
Pada kesempatan itu, Nina juga mennyerukan agar Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional selaras dengan RPJM Provinsi dan RPJM Kota/Kabupaten. “Harus ada sinergitas antara target daerah dengan target nasional, sehingga pencapaian target nasional tidak akan meleset,” kata Nina.
Misalnya dalam penuntasan buta aksara, perlu dipetakan berapa jumlah buta aksara dan target yang harus dicapai. Tentunya, target itu harus selaras dengan RPJM Nasional yang menargetkan angka buta aksara tinggal 4,18 persen pada 2014. Dalam pencapaian target itu, diperlukan pula sinergi antara pembiayaan dari Ditjen PAUDNI (APBN) dan APBD.
“Dengan demikian, pemerintah daerah mencapai kinerja yang lebih baik dan dapat meningkakan indeks pembangunan manusianya,” ujarnya. (Dina Julita/HK)

KEMBANGKAN POTENSI PAUD DENGAN PELATIHAN

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 04.43 | No comments


Dalam rangka peresmian  Pendidikan Anak Usai Dini (PAUD) Kelompok Bermain (KB) Raudhatul Athfal (RA) Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Dispendik terus berupaya kembangkan potensi PAUD lewat berbagai macam pelatihan yang telah dilakukan.
     Kemarin, Sabtu (06/06) bertempat di ruangan Muzdalifah Masjid Al-Akbar, dihadapan para undangan dan Ketua DPD Gabungan Organisasi Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) Jawa Timur Dra. Hj. Purmiasih Rasiyo. 
     Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) yang dalam hal ini diwakili oleh Kasi. Penmas. Dispendik Surabaya Drs. Haerul Fatah menerangkan bahwa saat ini dalam rangka peningkatan mutu, kualitas, serta profesionalisme mengajar. Dispendik telah melakukan berbagai macam pembinaan dan pelatihan kepada seluruh guru PAUD di Surabaya.
     Tidak hanya itu, Haerul menambahkan bahwa dalam rangka meningkatkan mutu, kualitas, serta profesionalisme mengajar, para guru Taman Pendidikan Quran (TPQ) dan guru PAUD telah diberikan bantuan  transport. "Selama untuk kemajuan pendidikan dan untuk mewujudkan Surabaya sebagai barometer pendidikan nasional, kami siap membantu...", ungkapnya. 
     Bersama para undangan, acara kemudian dilanjutkan dengan meninjau langsung tempat kegiatan belajar mengajar PAUD  KB Raudhatul Athfal (RA) Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. (Humas Dispendik Surabaya)

Rabu, 06 Juli 2011

SI KECIL NGAMUK

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 08.27 | No comments
Si kecil pun bisa menciptakan badai, badai tantrum namanya. yaitu perilaku si kecil yang tiba-tiba menunjukan kerewelannya dengan mengamuk,menangis keras,memukul,menendang dan menjerit hanya karena keinginannya tidak dimengerti atau tidak dituruti. meski dirasa sebagai ledakan dahsyat yang tak terkendali serta susah dipahami tapi hal itu wajar dan merupakan proses perkembangan yang normal si anak.bahkan para ahli psikologi anak justru mengkhawatirkan kalau ada anak yang tak pernah mengalaminya.

yang bisa kita lakukan sebagai orang tua adalah mengendalikan tantrum tersebut supaya mengarah kepada hal yang lebih sehat misalnya menjadikan anak mampu menyatakan keinginnannya secara mandiri,menyuarakan pendapat,melepas energi emosi yang tertahan dibawah pengawasan kita serta dapat menjadi sinyal bagi kita saat anak mengalami kelelahan,rasa sakit yang tak terungkap dengan kata-kata.
penyebabnya secara umum karena anak merasa lapar,lelah,cemburu,belum dapat mengatakan dengan kalimat,belum dapat mengkoordinasikanantara tubuh dan pikiran atau karena perubahan rutinitas dan suasana dan mungkin juga sebab tertekan.

SI KECIL HOBINYA JAJAN

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 08.24 | No comments
Belum habis es krim dimakan sudah minta beli bakso, padahal belum tentu dimakan. Mainan mobil mobilan baru kemarin dbeli sudah bosan dan minta beli yang lain lagi, bukannya pelit tapi kan boros sekali jika dituruti terus.. padahal isalm membenci sikap boros.
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Al-Isra’: 26-27)


Mengapa Anak Suka Boros?
Konsep boros harus dibatasi secara kasus per kasus sesuai dengan kondisi keuangan keluarga masing-masing. Dengan demikian, boros adalah tindakan membelanjakan uang yang cenderung berlebih-lebihan, menurut tradisi umum yang berlaku dalam masyarakat tertentu, dan di luar batas kemampuan keluarga.
Lalu, mengapa anak suka boros? Setidaknya ada dua faktor yang membuat anak berperilaku boros. Pertama, faktor internal (bawaan), yaitu kecenderungan anak berperilaku boros sejak lahir.
Kedua, faktor eksternal, yaitu dorongan lingkungan keluarga atau pengaruh pergaulan. Maksudnya, jika anak tumbuh dalam lingkungan keluarga yang boros atau bergaul dengan teman yang boros, ia dapat terpengaruh menjadi anak yang boros.


Sabtu, 05 Februari 2011

MEMBIMBING ANAK HIPERAKTIF

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 21.05 | No comments
Apa sebenarnya yang disebut hiperaktif itu ? Gangguan hiperaktif sesungguhnya sudah dikenal sejak sekitar tahun 1900 di tengah dunia medis. Pada perkembangan selanjutnya mulai muncul istilah ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity disorder). Untuk dapat disebut memiliki gangguan hiperaktif, harus ada tiga gejala utama yang nampak dalam perilaku seorang anak, yaitu inatensihiperaktif, dan impulsif.
Inatensi Inatensi atau pemusatan perhatian yang kurang dapat dilihat dari kegagalan seorang anak dalam memberikan perhatian secara utuh terhadap sesuatu. Anak tidak mampu mempertahankan konsentrasinya terhadap sesuatu, sehingga mudah sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal yang lain.
Hiperaktif Gejala hiperaktif dapat dilihat dari perilaku anak yang tidak bisa diam. Duduk dengan tenang merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. Ia akan bangkit dan berlari-lari, berjalan ke sana kemari, bahkan memanjat-manjat. Di samping itu, ia cenderung banyak bicara dan menimbulkan suara berisik.
Impulsif Gejala impulsif ditandai dengan kesulitan anak untuk menunda respon. Ada semacam dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak terkendali. Dorongan tersebut mendesak untuk diekspresikan dengan segera dan tanpa pertimbangan. Contoh nyata dari gejala impulsif adalah perilaku tidak sabar. Anak tidak akan sabar untuk menunggu orang menyelesaikan pembicaraan. Anak akan menyela pembicaraan atau buru-buru menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan. Anak juga tidak bisa untuk menunggu giliran, seperti antri misalnya. Sisi lain dari impulsivitas adalah anak berpotensi tinggi untuk melakukan aktivitas yang membahayakan, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

11POLA PRILAKU ANAK

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 20.53 | No comments
1.      Kerja sama Sejumlah kecil anak belajar bermain atau bekerja secara bersama dengan anak lain sampai mereka berumur empat tahun. Semakin banyak kesempatan yang mereka miliki untuk melakukan ber sama-sama, semakin cepatmereka belajar melakukannya dalam cara bekerja sama.  
2.      Persaingan Jika persaingan menjadin suatu dorongan bagi anak-anak untuk berusaha sebaik-baiknya, hal itu menambah sosialisasi bagi mereka. Tetapi Jika hal itu di ekspresikan dalam pertengkaran dan kesombongan, akan menimbulkan sosialisasi yang buruk.  
3.      Kemurahan hati Kemurahan hati, sebagai mana terlihat pada kesediaan anak untuk berbagi sesuatu dengan anak lain, sikap untuk mementing kan diri akan berkurang setelah anak belajar bahwa kemurahan hati dapat menghasilkan penerimaan sosial yang baik.  
4.      Hasrat dan penerimaan sosial Jika hasrat untuk di terima kuat, hal itu mendorong anak untuk menyesuaikan diri dari tuntutan sosial. Hasrat untuk diterima oleh orang dewasa biasanya timbul lebih awal di bandingkan dengan hasrat diterima oleh teman sebaya.   
5.      Simpati Anak kecil tidak mampu berperilaku simpati sampai mereka pernah mengalami situasi yang mirip dengan dukacita. Mereka mengekspresikan simpati dengan berusaha menolong atau menghibur seseorang yang sedang bersedih.  
6.      Empati Empatik kemampuan untuk menempatkan diri sendiri dalam posisi orang lain dan meng hayati pengalaman orang tersebut. Hal ini akan berkembang jika anak dapat memahami ekspresi wajah atau maksud dari pembicaraan orang lain.
7.      Ketergantungan Ketergantungan terhadap orang lain dalam hal bantuan, perhatian, dan kasih sayang. mendorong anak untuk berperilaku yang dapat diterima secara sosial. Anak-anak yang kurang motifasi.
8.      Sikap ramah Anak kecil memperlihatkan sikap ramah melalui kesediaannya melakukan sesuatu terhadap orang lain dan meng ekspresikan kasi sayang terhadap mereka.
9.      Sikap tidak mementingkan diri sendiri Anak yang memiliki kesempatan dan mendapatkan dorongan untuk berbagi atas apa yang mereka miliki, belajar memikirkan orang lain dan berbuat sesuatu untuk orang lain dan tidak hanya memusatkan perhatian pada kepentingan dan milik mereka sendiri.
10.   Meniru Dengan meniru seseorang yang diterima oleh sekelompok sosial, anak mengembangkan sifat yang menambah penerimaan kelompok terhadap diri mereka. 
11.   Perilaku kelekatan Dari landasan pada masa bayi, yaitu bayi mengembangkan suatu kelekatan yang hangat dan penuh cinta kasih kepada ibu atau pengganti ibu, anak kecil mengalihkan pola ini terhadap anak orang laindan belajar membina persahabatan dengan mereka.

AUTISME

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 20.47 | No comments
Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, yang gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usia tiga tahun.  Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif. Gejala yang sangat menonjol adalah sikap anak yang cenderung tidak mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah menolak berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya sendiri. Anak autistik juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan berkomunikasi secara verbal. Disamping itu seringkali (prilaku stimulasi diri) seperti berputar-putar, mengepak-ngepakan tangan seperti sayap, berjalan berjinjit dan lain sebagainya. Gejala autisme sangat bervariasi. Sebagian anak berperilaku hiperaktif dan agresif atau menyakiti diri, tapi ada pula yang pasif. Mereka cenderung sangat sulit mengendalikan emosinya dan sering tempertantrum (menangis dan mengamuk). Kadang-kadang mereka menangis, tertawa atau marah-marah tanpa sebab yang jelas. Selain berbeda dalam jenis gejalanya, intensitas gejala autisme juga berbeda-beda, dari sangat ringan sampai sangat berat. Oleh karena banyaknya perbedaan-perbedaan tersebut di antara masing-masing individu, maka saat ini gangguan perkembangan ini lebih sering dikenal sebagai Autistic Spectrum Disorder (ASD) atau Gangguan Spektrum Autistik (GSA).
Autisme dapat terjadi pada siapa saja, tanpa membedakan warna kulit, status sosial ekonomi maupun pendidikan seseorang. Tidak semua individu ASD/GSA memiliki IQ yang rendah. Sebagian dari mereka dapat mencapai pendidikan di perguruan tinggi. Bahkan ada pula yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang tertentu (musik, matematika, menggambar). Prevalensi autisme menigkat dengan sangat mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Menurut Autism Research Institute di San Diego, jumlah individu autistik pada tahun 1987 diperkirakan 1:5000 anak. Jumlah ini meningkat dengan sangat pesat dan pada tahun 2005 sudah menjadi 1:160 anak. Di Indonesia belum ada data yang akurat oleh karena belum ada pusat registrasi untuk autisme. Namun diperkirakan angka di Indonesia pun mendekati angka di atas. Autisme lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita, dengan perbandingan 4:1

Jumat, 21 Januari 2011

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 07.39 | No comments

BIARKAN ANAK PELIHARA HEWAN

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 07.31 | No comments
"Ma, kucingnya lucu ya, boleh ku pelihara?" Kata sang buah hati sambil memandang dengan tatapan mengiba pada Anda. Anda mungkin akan berfikir sejenak sebelum menjawab iya atau bahkan langsung berkata tidak. Masa anak-anak memang merupakan waktu untuk mengeksplorasi banyak hal. Karena itu, tak usah terlalu khawatir bila anak Anda meminta untuk diizinkan memelihara hewan. Pasalnya, ada beberapa hal positif yang bisa digali oleh anak-anak ketika mereka memelihara hewan. Dengan memelihara hewan maka anak-anak melatih keterampilan sosial mereka. Sekaligus melatihnya untuk mengembangkan rasa empati dan kemampuan untuk belajar bertanggung jawab. Karena saat "bertugas" merawat hewan tersebut, anak-anak dilatih untuk bersabar dan mengerti bagaimana cara memeliharanya dengan baik. Anak-anak juga belajar bertanggung jawab dalam memberikan makan dan minum atau memandikan hewan tersebut. Sesekali Anda mungkin juga perlu bersama-sama dengan sang buah hati merawat hewan tersebut. Selain Anda bisa memberikan pengajaran yang benar mengenai cara merawatnya, melakukan sesuatu kegiatan bersama-sama dapat membuat bonding (ikatan) antara orangtua dan anak terjalin lebih erat. Namun tetap saja banyak hal yang harus Anda perhatikan saat anak merengek untuk memelihara hewan. Anda harus menyesuaikan jenis binatang dengan usia sang anak. Hal ini untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Sebaiknya tanamkan pada anak untuk tidak memelihara hewan yang bisa membahayakan dirinya.

STIMULUS ANAK CERDAS

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 07.18 | No comments
Stimulus pra lahir. Selain makanan bergizi, ibu dan ayah pun harus aktif memberi stimulus lainnya pada anak. Misalnya mengajak berbicara, memperdengarkan musik, diyakini dapat meningkatkan pembentukan sel-sel otak janin. Pemberian ASI Ekslusif. Memberikan ASI secara eksklusif selama usia bayi 0 - 6 bulan, tanpa dicampur dengan makanan (bubur susu, saring, biskuit, buah) dan cairan lain (susu formula, sari buah, air putih), dapat memudahkan ASI dicerna bayi. ASI mengandung DHA dan kolesterol yang paling penting untuk pembentukan sel otak. Dalam ASI terdapat sejumlah enzim yang diperlukan untuk mencerna DHA. Enzim-enzim ini tak terdapat pada makanan atau minuman lain. Memberi Anak Gizi Seimbang. Pemberian gizi yang baik dan benar seperti mengkonsumsi makanan yang kaya protein, asam folat, mineral dan nutrisi sejak awal kehamilan hingga usia anak 5 tahun sangat menunjang perkembangan dan kecerdasan anak. Beri Stimulasi, pesatnya tumbuh kembang otak pada bayi yang baru lahir sampai umur dua tahun, akan berkembang jika selalu diberikan stimuli. Misalnya dengan permainan yang merangsang otaknya. Berbagai macam bentuk dan warna permainan yang diberikan, akan memperkuat daya ingatnya untuk mengenal lebih banyak lagi benda maupun bentuk benda-benda yang ada di sekelilingnya. Selalu Memberi Kesempatan, dengan memberi anak kesempatan eksplorisasi mereka akan tumbuh menjadi anak cerdas dan lebih kreatif.

Minggu, 16 Januari 2011

NORMALKAH SI ANAK PUNYA TEMAN IMAJINER

Posted by wijayakids01.blogspot.com On 08.03 | No comments
Apakah buah hati Anda sering berbicara sendiri atau seolah seperti memiliki teman khayalan saat sedang beraktivitas? Jangan terburu-buru berprasangka mistik atau menganggapnya memiliki indera keenam. Berdasar tahapan tumbuh kembang anak, kondisi itu wajar dialami anak saat memasuki usia 3-4 tahun. Yang perlu dikhawatirkan adalah ketika kondisi ini berlanjut hingga usia lebih dari itu. Ada kemungkinan anak Anda menderita autis. “Ini bisa menjadi gejala awal autis,” kata Pemerhati dan juga Psikiater Anak, Dr Kresno Mulyadi dalam acara Journalist Class Pfizer, di Wisma GKBI, Jakarta, 30 Juni 2010. Kresno menambahkan, meski masa-masa bergaul dengan teman imajiner termasuk normal hingga usia empat tahun, namun sebaiknya orangtua tak membiarkan si kecil menikmatinya. Cobalah mengajaknya melakukan aktivitas positif lainnya sehingga konsentrasinya pada teman imajiner beralih. Misalnya, segera ajak ngobrol saat anak sedang asyik dengan teman imajinernya.